•January 17, 2009 •
Leave a Comment
IFF (Identification, Friend or Foe) merupakan sistem identifikasi pesawat terbang yang didesain untuk kendali dan perintah. sesuai namanya, sistem ini digunakan untuk mengidentifikasi apakah pesawat terbang yang dipindai milik kawan atau lawan. Sistem ini digunakan oleh seluruh pesawat modern baik pesawat militer atau sipil, sistem ini mengandalkan sebuah Transponder
(Transmitter-Responder) untuk mengadakan identifikasi.
Pengidentifikasian dilakukan dengan cara ‘penandaan’. Transponder dari objek-yang-menandakan, akan mengirimkan sinyal kepada objek-yang-ditandakan sehingga memicu transponder dari objek-yang-ditandakan, akibatnya transponder dari objek-yang-ditandakan akan mengeluarkan serangkaian angka. Angka-angka tersebut akan dikirimkan kembali ke objek yang menandakan sehingga bisa diidentifikasi. Metode tersebut dinamakan interogasi, objek-yang-menandakan disebut interogator.
Angka-angka yang muncul pada Transponder biasa juga disebut sebagai kode Squawk, kode Squawk ini ditentukan oleh menara kendali lalu lintas udara dan kodenya sendiri terdiri dari empat digit angka. transponder-transponder ini selalu menerima sinyal interogasi pada frekuensi 1030 MHz dan mengirim sinyal balasan pada 1090 MHz.
De
ngan sistem ini kejadian seperti “salah tembak” atau semacamnya dapat diminimalkan tetapi belum tentu dapat dihindari sepenuhnya. contohnya pada tahun 1988 sebuah pesawat penumpang Iran ditembak jatuh oleh sebuah kapal Aegis Amerika Serikat di selat Hormuz karena salah identifikasi. pada saat pemindaian, Kapal Aegis tersebut memindai pesawat tersebut dan dihasilkan kode Squawk “1400″ dimana angka tersebut merupakan kode pesawat militer F-14 Iran. Pesawat terbang tersebut akhirnya ditembak jatuh dan menewaskan 290 penumpangnya. Setelah diselidiki ternyata ada faktor kesalahan manusia yang menyebabkan hal itu terjadi, diantaranya kebingungan menentukan zona waktu yang dijadikan landasan dan tekanan psikologis yang berat dirasakan oleh kru kapal saat pesawat terbang mendekat ke arah mereka, memicu terjadinya efek “Scenario Fullfillment“.
*(Gambar dari en.wikipedia.org)
Posted in Technology
•December 8, 2008 •
Leave a Comment

Posisi Alpha Centauri (panah merah)
Alpha Centauri (α Centauri / α Cen) atau dikenal juga sebagai Rigil Kentaurus, Rigil Kent atau Toliman merupakan bintang paling terang dalam konstelasi Centaurus dan termasuk sistem bintang biner dengan Proxima Centauri sebagai pengiringnya.
Jika dilihat dengan mata telanjang, Alpha Centauri dan Proxima Centauri terlihat sebagai satu bintang utuh. Magnitudo penglihatan (Visual Magnitude) bintang tersebut menempatkan Alpha Centauri sebagai bintang paling terang keempat yang dapat dilihat dari bumi setelah Sirius, Canopus dan Arcturus (Tidak termasuk matahari).
Alpha Centauri merupakan sistem tata surya terdekat dari tata surya kita sendiri, hanya berjarak 4.37 tahun cahaya dari matahari kita. Walaupun begitu bintang ini belum bisa dicapai oleh teknologi manusia saat ini. jika ditempuh dengan kecepatan jet akan memakan waktu sekitar 75.000 tahun untuk tiba.
Jaraknya yang relatif dekat dengan tata surya kita, menginspirasikan para penulis, sineas, seniman dan lainnya untuk menjadikan Alpha Centauri (dalam karya mereka) sebagai portal transit dari bumi untuk orang-orang yang akan melakukan perjalanan antar sistem tata surya yang lebih jauh lagi dari Alpha Centauri.
Author : rain
(diolah dari berbagai sumber)
Posted in Science
•December 8, 2008 •
Leave a Comment
Fusion Power atau disebut daya fusi, adalah daya yang dihasilkan reaksi fusi nuklir. Dalam reaksi ini, dua nuclei atom bergabung untuk membuat sebuah nucleus yang lebih berat yang dalam prosesnya melepaskan energi. Kebanyakan dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang menerapkan fusi nuklir dalam penciptaan energinya, melibatkan turbin uap yang dapat menghasilkan daya setelah terjadinya fusi nuklir sehingga melepaskan uap dan panas yang tinggi yang dapat mengoperasikan turbin tersebut.
Pada dasarnya hal tersebut serupa dengan pembangkit listrik yang menggunakan batu bara, ataupun pembangkit listrik tenaga nuklir yang berdasarkan fisi nuklir atau Nuclear Fission. Yang membedakannya dengan batu bara adalah jumlah daya yang dihasilkannya. Sementara perbedaannya dengan PLTN fisi nuklir yaitu lebih ramah lingkungan, karena limbah radioaktif yang dihasilkannya hampir 0%
Posted in Science